Has service rendered to your customers touch profoundly in the heart of your customers? Or, are your brand ambassadors just simply performing their job and demands their paycheck at the end of the month?
Often than not our employee think their services as job thus failed to provide service! It is necessary for a service providers to continuously train their brand ambassadors that there's distinct differences in performing their job and providing services - checkout our training materials here and develop your brand ambassadors to the highest level of service providers.
by: McPriantovski
Pepatah mengatakan “Pengalaman adalah guru yang terbaik” dan kita semua setuju bahwa ada banyak kenangan yang terjadi dalam hidup kita – tak ternilai – entah karena kita tidak tahu kapan kenangan tersebut akan terulang lagi atapun kadangkala kita membutuhkan waktu lama dan biaya untuk dapat mengulangi pengalaman itu.
Kita mungkin beranggapan bahwa kenangan terjadi – begitu saja – sehingga tanpa sadar mengabaikan kenyataan bahwa setiap detik yang kita lewati adalah pengalaman. Kebanyakan dari kita hanya mengingat dan menganggap – hal besar saja – sebagai suatu kenangan.
Mari kita cermati pernyataan diatas yang menyatakan bahwa “kadangkala kita memerlukan waktu lama dan biaya lebih untuk dapat mengulangi pengalaman itu”. Ini menarik karena ternyata banyak orang yang rela merogoh kocek yang tidak sedikit untuk dapat mengulangi suatu kenangan – namun sayangnya masih banyak “pembuat kenangan” baik itu penyedia jasa pelayanan; hotels, travel, tours, resorts, rekreasi dan lain sebagainya – gagal memusatkan perhatian mereka terhadap pentingnya terciptanya kenangan-kenangan yang baru dan tak terlupakan, alih-alih kebanyakan para pelaku bisnis penyedia jasa lebih memusatkan perhatiannya pada kwalitas produk dan pernak-pernik tambahan maupun peningkatan kwalitas fisik secara umum.
Marilah kita ambil contoh sukses Starbucks yang dengan jelinya menciptakan suasana dari hanya sekedar kedai kopi. Hampir setiap pelangan merasa bangga memegang segelas kopi dari bahan kertas khusus berlambang hijau tersebut. Sedangkan kalau kita mau jujur, kopi yang kita minum dari gelas tersebut tidaklah jauh berbeda dari kopi yang kita bisa beli di supermarket. Dengan harga Rp. 35.000,- kita mungkin dapat membeli ½ kg biji kopi dan dapat menghasilkan beberapa gelas – namun yang tercipta adalah kenangan tidak mengenakkan karena harus melakukan banyak hal untuk segelas kopi mulai dari menggilingnya, memanaskan air, menambahkan aroma rasa, memanaskan susu dan sederet kerepotan untuk meneguk segelas kopi yang lezat – yang justru masih di angan-angan.
Atau mungkin ingin mencoba pengalaman yang lain dengan harga yang sama sekarang anda tidak ingin lagi menderita dengan segala kerepotan itu sehingga anda pergi ke kedai kopi dan dengan harga yang sama anda bisa mengajak rekan anda, namun pengalaman yang tercipta adalah mungkin cangkirnya tidak menarik, suasananya tidak sesuai dengan selera anda dan tidak tercipta kebanggaan yang menggugah anda untuk menceritakan pengalaman itu pada siapapun.
Kini kita sadar bahwa pengalaman tidak saja bisa kita jadikan guru terbaik namun juga bisa kita jadikan sumber ekonomi dan nilai tambah – yang oleh sebagian orang masih terabaikan. Hanya mereka – experience makers – yang akan sukses berada di bisnis jasa pelayanan dan menciptakan pelanggan seumur hidup sebagai jaminan bisnis masa depan.
Terus ciptakanlah pengalaman-pengalaman baru – dan pelanggan anda senantiasa akan terus berdatangan.
Courtesy of Mr. Ampunghuang Redi Patriadi - ARP
It takes a great man to be a good listener
Dibutuhkan seorang yang berjiwa besar untuk menjadi seorang pendengar yang baik
Calvin Coolidge
In this week's edition we will feature the fourth type of communication killer - which is called "Side-Track".
Example of this is as follows:
Colleague : My Goodness, I lost all the contacts from my mobile. I couldn't get in touch with my clients.
Us : Really? What mobile phone are you using?
Colleague : It's an XYZ brand.
Us : What type?
Colleague : X123 type
Us : Did you buy the original product or the black market product?
Colleague : Original, with warranty.
Us : Where did you buy it? From the sole distributor or a shop in the electronic trade center? etc...etc...
Look at the first sentence, when our colleague mentions his problem. What is the real problem? Losing the contact numbers and not being able to get in touch with his clients. But, how did we respond to his problem? We ask many questions on THE MOBILE PHONE!
Side-tracking is the sign of disrespect and the inability to focus on what people say. It also shows that the person is egotistical, who is only interested in matters that interests him, not to the person who is talking. A person who always side-track the conversation to HIS OWN interests - and pays no attention to what others have to say - will soon find that nobody wants to talk to him anymore.
My dear friends,
For the last four weeks we have featured four communication killers, which we can summarize as GABS (Grab the glory, Advise, Belittle and Side-track). All these things will make other people feel reluctant communicating with us, because they show that we are only interested in ourselves, not in our counterpart. They show our inability to listen to others. When we don't listen to other people, how can we expect others to listen to us?
So, next time somebody talks to us, take a deep breath and remember GABS. If our responses will reflect any of those things, we'd better bite our tongue and focus our attention. This is one way to EARN respect from the people around us.
Have a great week, my friends.