Shopping Cart
Your Cart is Empty
Quantity:
Subtotal
Taxes
Shipping
Total
There was an error with PayPalClick here to try again
CelebrateThank you for your business!You should be receiving an order confirmation from Paypal shortly.Exit Shopping Cart

Hotel Executive Training & Development Program 

 Hotel Executive Training Program

Training Harus Mengena Pada Akar Permasalahan dan Berkesinambungan

Posted by Hotel Training on July 24, 2008 at 4:11 AM

Apakah Anda?

 

  • Telah menginvestasikan banyak uang hingga puluhan juta rupiah untuk pelatihan karyawan Anda namun hasilnya kurang maksimal dan gaung dari pelatihan tersebut hanya bertahan selama dua minggu hingga maksimal 3 bulan setelah itu karyawan Anda kembali pada kebiasaan semula?
  • Apakah Anda berpendapat bahwa dengan menghadirkan instruktur pelatihan ternama - masalah kinerja karyawan Anda terselesaikan?
  • Apakah program pelatihan Anda tidak berkesinambungan dan hanya Anda lakukan bilamana Anda rasa perlu atau mungkin setelah ada instruksi dari CEO?

 

Kalau jawaban dari pertanyaan di atas, Ya! Maka sebaiknya anda renungkan tulisan berikut.

 

Seperti kita semua ketahui, sekali training saja tidaklah cukup untuk mengubah dan meningkatkan kinerja karyawan menjadi lebih baik, akan tetapi diperlukan pendekatan dan pelatihan yang berkesinambungan dengan periode dan interval yang tersusun rapi serta pendekatan dan pengemasan materi pelatihan yang dinamis dan menarik.

 

Hal tersebut diatas mutlak diperlukan agar dalam organisasi selalu tersedia satu pusat / poros pertukaran ilmu pengetahuan dan ketrampilan terus menerus tanpa henti. Dan untuk itulah maka mutlak diperlukan �internal training advocate� baik itu Training Manager ataupun Eksekutif yang kemudian akan berperan sebagai agent pembawa perubahan sekaligus bertugas menggulirkan pembaharuan dalam organisasi.

 

Kembali pada pertanyaan-pertanyaan diatas, beberapa poin berikut mungkin dapat membantu Anda mengambil langkah-langkah yang Anda perlukan untuk menghindari pemborosan yang tidak perlu sekaligus menjamin bahwa agen pembawa perubahan perusahaan Anda tidak pernah berhenti menggulirkan ide dan semangat pembaharuan kearah yang lebih baik;

 

1.     Susunlah Program Pelatihan dengan baik

 

Ada banyak organisasi (dalam hal ini diwakili oleh Training Manager) yang dengan semangatnya menyusun program pelatihan, terkesan tergesa-gesa dan cenderung ceroboh dan kurang pas karena hanya menitik-beratkan pada jumlah program pelatihan yang direncanakan dan dijadwalkan sepanjang tahun.

 

Seyogyanya sebuah training program yang baik, meliputi beberapa kriteria berikut;

 

h    Mendukung visi dan misi korporasi atau organisasi

 

Disini, peran Training Manager dan Direktur Sumber Daya Manusia beserta pucuk pimpinan teramat penting, mengapa? Karena, seringkali tantangan yang paling sering dihadapi oleh mereka yang diberi kepercayaan menyusun program pelatihan adalah justru ketidak-sepahaman diantara elemen tersebut diatas. Hal ini dengan mudah dapat kita jumpai ketika menentukan pelatihan apa sajakah yang sebaiknya dijadwalkan serta masuk dalam daftar prioritas.

 

Dengan bersama-sama memahami visi dan misi korporasi, penentuan pelatihan akan lebih mudah dan terarah sesuai dengan visi dan misi tersebut serta tidak lagi hanya sekedar mengikuti trend pelatihan yang sedang menjamur di pasaran.

 

h    Sesuaikan dengan Kebutuhan; Perusahaan dan Individu

 

Dalam menentukan kebutuhan akan pelatihan, saya percaya bahwa kita semua sudah begitu fasih dengan istilah �Need Analysis�, namun dalam praktiknya melakukan analisa kebutuhan ini tidaklah mudah mengingat beberpa hal berikut;

1.    Seringkali ketika kita melakukan analisa kebutuhan, yang kita lakukan hanya dari satu sisi, baik itu hanya dari sisi manajemen atau sebaliknya sisi karyawan.

2.    Kompetensi mereka yang melakukan analisa belum dapat diandalkan keakuratannya.

3.    Karyawan sekalipun seringkali belum dapat menjelaskan dan menjabarkan apa yang mereka butuhkan untuk pengembangan diri mereka.

 

Dengan demikian yang kemudian harus dilakukan adalah memetakan dua kebutuhan sekaligus; kebutuhan manajemen/perusahaan sesuai dengan visi dan misi, serta kebutuhan karyawan sebagai individu yang ingin terus berkembang.

 

Selain itu, sebaiknya yang melakukan analisa kebutuhan pelatihan ini adalah Internal Training Advocate bersama-sama dengan para manajer operasional yang bertanggungjawab atas kinerja individu karyawan dari hari ke hari, sebelum kemudian dirumuskan bersama.

 

h    Kelompokkan

 

Sebuah program pelatihan yang baik adalah ketika program tersebut memungkinkan satu proses pembelajaran yang berkesinambungan dan kontinyu serta menitik-beratkan pada satu proses pembelajaran disusun diatas blok pembelajaran lainnya sehingga tercipta satu fondasi yang kuat.

 

Untuk keperluan diatas, sebaiknya kelompokan materi pelatihan anda menjadi beberapa kelompok seperti:

1.     Kelompok Pelatihan Wajib

Semua pelatihan ini adalah gabungan atau susunan pelatihan yang wajib diikuti oleh semua level karyawan sebagai usaha mendukung visi dan misi korporasi.

2.     Kelompok Pelatihan Tidak Wajib

Untuk kelompok ini adalah sejumlah program pelatihan yang menitik-beratkan pada peningkatan ataupun pemenuhan atas kebutuhan perkembangan individu dan bisa jadi tidak selalu berhubungan langsung dengan kinerja maupun pekerjaan.

3.     Kelompok Pelatihan berdasarkan Jabatan

Dengan mengelompokkan materi pelatihan yang berjenjang bagi setiap posisi akan mendorong seseorang untuk terus termotivasi di posisi barunya. Untuk itu kelompokkan materi-materi pelatihan menjadi dua level; jenjang karyawan operasional dan supervisory/manajerial.

 

2.     Laksanakan Program Pelatihan yang telah Anda Susun

 

Kesalahan terbesar yang dilakukan oleh training department atau human resources � seringkali berdampak langsung pada turunnya motivasi karyawan akan training � adalah �consistent in inconsistency� yaitu ketidak-kosistenan mereka dalam meng-eksekusi program yang telah mereka susun sendiri sehingga hanya sebatas program diatas kertas.

 

Sekali Anda gagal menjalankan program pelatihan dan melanjutkan langkah Anda dengan program berikutnya � entah karena ketiadaan materi ataupun waktu yang sempit � dan berharap karyawan akan melupakannya, dengan sendirinya Anda merusak kredibilitas program yang telah Anda susun.

 

Lebih jauh, mereka kemudian berpersepsi negatif akan setiap program pelatihan dan lebih buruk lagi seringkali ini terbawa hingga kedalam kelas � kecuali bilamana fasilitator/trainer mampu memutar-balikkan anggapan negatif mereka.

 

3.     Tempatkan Trainer yang Kredible

 

Tidak semua trainer � yang bernama besar sekalipun � memahami visi dan misi korporasi Anda serta mengerti apa yang menjadi tantangan dalam operasional sehari-hari, tetapi sebaliknya Trainer Andalah yang seharusnya paling mengerti.

 

Seringkali kita beranggapan bahwa karyawan akan lebih mudah menyerap ketika kita menghadirkan trainer dari luar perusahaan, padahal, �wow effect� yang mereka bawa lebih karena seringkali kita (sebagai investor yang menanamkan sejumlah besar uang), juga telah menganggap serius dengan memastikan peserta datang, membicarakannya dalam briefing dan mengampanyekannya kepada para karyawan � dan kenyataan ini berbeda dengan pendekatan Anda mengenai internal training yang di motori oleh internal training advocate anda.

 

Kenyataan lainnya adalah, disamping anggaran besar yang telah kita keluarkan, seringkali konsultan pelatihan tidak memberikan materi-nya kepada Anda hingga niscaya Anda dapat menjaga kesinambungan pelatihan tersebut. Dan inilah mengapa seringkali gaung dari pelatihan yang menghabiskan anggaran besar tersebut hilang dalam waktu 2 bulan.

 

 

For more information about hospitality related training please mail to: [email protected]  

Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

0 Comments