Shopping Cart
Your Cart is Empty
Quantity:
Subtotal
Taxes
Shipping
Total
There was an error with PayPalClick here to try again
CelebrateThank you for your business!You should be receiving an order confirmation from Paypal shortly.Exit Shopping Cart

Hotel Executive Training & Development Program 

 Hotel Executive Training Program

Seberapa Sukseskah Pelatihan Anda?

Posted by Hotel Training on August 10, 2008 at 4:24 PM

  

Sukses sebuah program training tergantung pada dua hal utama; dimana keduanya sangat penting dan punya peran masing-masing yang saling mendukung. Kedua hal yang dimaksud diatas adalah tidak lain dan tidak bukan; peran dari Trainer dan Line Manager. Idealnya, setiap training program yang disusun merupakan joint objective (gabungan tujuan) yang akan dicapai kedua belah pihak, sehingga tercipta joint efforts (gabungan tekad dan usaha) untuk mewujudkannya.

 

Hal ini berdasar pada perbedaan fakta dimana; Trainer hanya dapat berharap bahwa apa yang sudah ia sampaikan dalam training dapat diterapkan dilapangan, sedangkan Line Manager dapat memastikan bahwa seseorang yang telah ia kirim untuk sebuah training tertentu menerapkan ilmu yang telah ia peroleh dalam training itu dengan encouragement (dorongan) terus-menerus.

 

Dengan demikian maka jelas disini bahwa Line Manager mutlak harus paham apa yang menjadi expected outcome (hasil yang diharapkan) dari setiap training program yang disusun.

 

Bentuk evaluasi atas training yang kita lakukan ditentukan oleh beberapa criteria yang kita pilih atau diminta untuk kita gunakan, untuk mengukur kesuksesannya:

 

  • Angka-angka

Salah satu cara mengukur sukses sebuah training adalah dengan cara lama seberapa banyak kursinya terisi?. Meskipun bukan merupakan cara yang tepat mengukur efektifitas sebuah training, tetapi jumlah peserta mencerminkan fakta bahwa training tersebut memenuhi kebutuhan dan bahwa design dan metode yang digunakan sesuai dengan yang diharapkan.

 

  • Biaya Langsung 

Biaya langsung adalah biaya-biaya yang langsung timbul sebagai akibat dari terlaksananya program training meliputi; biaya konsultasi (bila ada), biaya design dan development atas program serta booklets dan printing stationeries.

 

  • Biaya tak Langsung

Biaya tak langsung adalah biaya yang mungkin timbul baik yang berhubungan langung dengan training tersebut maupun yang tidak berhubungan secara langsung, akan tetapi biaya tersebut telah dikeluarkan meskipun training itu sendiri sudah maupun belum dijalankan. Contohnya adalah gaji daripada trainer dan peserta, serta biaya atas penggunaan ruangan dan perlengkapan. Analisa yang baik atas training seharusnya berdasarkan atas keduanya baik itu biaya langsung maupun tidak langsung.

 

  • Efisiensi 

Efisiensi adalah ukuran jumlah pembelajaran yang telah dicapai sehubungan dengan besarnya tekad dan usaha yang telah dikeluarkan. Praktisnya, ini berarti berapakah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah training. Efisiensi berhubungan langsung dengan biaya; semakin efisien metode training yang digunakan, semakin rendah biayanya.

 

  • Kinerja Berdasarkan Jadwal

Kadangkala yang berhubungan dengan sebuah training program, waktu merupakan kunci training perlu diselesaikan sesuai dengan jadwalnya jika suatu target usaha ingin dicapai. Dalam keadaan seperti ini, keberhasilan sebuah training yang sesuai dengan jadwal merupakan hal yang kritis dalam mengukur kesuksesannya.

 

  • Pemasukan yang Diterima

Jika anda seorang penyedia jasa pelatihan yang beroperasi untuk suatu perusahaan sebagai mitra, maka penhasilan yang anda terima merupakan ukuran utama kesuksesan anda. Itulah kesamaan finansialnya dengan jumlah peserta, semakin banyak training yang anda lakukan semakin banyak keuntungan yang anda dapatkan. Beberapa penyedia jasa pelatihan internal boleh juga melakukan pengalihan beban kepada mitranya, namun demikian, karena hal ini berhubungan dengan meningkatnya beban perusahaan, hal ini tidak di anggap sebagai sebuah keuntungan ketika menilai return on investment.

 

  • Sejauhmana Keragaman Pesertanya 

Sebuah justifikasi atau penilaian yang seringkali dikemukakan atas sebuah training, biasanya terhadap grup training, adalah bahwa training tersebut memberikan kesempatan pada peserta yang bekerja di department yang berbeda untuk bertemu satu sama lain, berbagi pengalaman dan menjalin hubungan. Karena hal ini merupakan nilai akhir sebuah training, maka perlu dipertimbangkan ketika membandingkan metode pelatihan. Umpamanya, beberapa training mungkin dianggap sebagai sebuah tambahan, keuntungan atas sebuah nilai, meskipun hal ini tidak secara langsung berhubungan dengan materi pembelajaran itu sendiri.

 

  • Reaksi

Reaksi adalah apa yang anda ukur dengan menggunakan kertas kepuasan (course evaluation form). Reaksi ini penting karena, jika peserta bereaksi negatif atas pelatihan anda, mereka cenderung untuk tidak menggunakan apa yang telah mereka pelajari bahkan mungkin akan memberikan kesan negatif terhadap rekan kerjannya, dalam pada akhrinya akan mengurangi jumlah peserta.

 

  • Pembelajaran

Pembelajaran, dalam bentuk keahlian baru, maupun pengembangan keahlian, pengetahuan dan perilaku, adalah tujuan utama dari sebuah training program. Pembelajaran dapat diukur secara obyektif dengan menggunakan test atau ujian ataupun bentuk latihan lainnya. Jika peserta harus mencapai tingkatan tertentu untuk mendapatkan tanda kelulusan, maka jumlah peserta yang lulus dapat digunakan untuk mengukur kesuksesannya. Salah satu aspek lain pembelajaran yang tak kalah penting adalah tingkat penguasaan dalam diri, seberapa banyak pembelajaran membekas setelah training berakhir.

 

  • Perubahan Perilaku

Jika seorang peserta telah belajar sesuatu dari sebuah training, anda berharap bahwa hal ini akan dicerminkan dalam perilaku mereka ditempat kerja. Jika peserta menerapkan apa yang telah mereka pelajari dengan benar, maka perilaku kerja mereka akan sesuai dengan syarat yang diinginkan. Perilaku dapat diukur melalui pengamatan. Untuk menilai perubahan perilaku diperlukan penilaian yang dilakukan sebelum dan sesudah training dilakukan.

 

  • Perubahan Kinerja

Jika, sebagai hasil atas training, peserta menerapkan perilaku yang semestinya dalam pekerjaan, maka anda akan berharap bahwa itu akan berdampak pada pengaruh positif terhadap kinerja mereka. Ada bermacam indikasi yang dapat digunakan untuk mengukur dampak dari training terhadap kinerja; jumlah keluhan, jumlah penjualan, hasil kerja per jam dan lainnya. Sulit memang untuk memastikan bahwa training-lah yang telah membuat perbedaan tanpa membuat perbandingan-perbandingan untuk mengontrol grup - grup karyawan yang belum pernah ditraining dan yang sudah.

 

  • Return on Investment (ROI) sebagai Ukuran 

ROI adalah sebuah alat ukur atas keuntungan keuangan yang dicapai oleh sebuah perusahaan dalam waktu tertentu sebagai hasil investasi dalam sebuah training program. Dalam kata lain, ROI adalah cakupan dimana keuntungan atas training melebihi biaya yang telah dikeluarkan.

 

ROI dapat digunakan baik untuk mendasari sebuah rencana investasi sekaligus menilai cakupan dimana hasil yang diharapkan tercapai. Bagaimanapun juga, hal ini tidak serta merta dapat mengukur seluruh aspek dari suksenya sebuah training seperti:

  • Pesertanya menyukai training tersebut atau tidak

     

  • Jumlah peserta yang aktif dalam training

     

  • Cakupan apakah tujuan individu peserta tercapai atau tidak

 

  

 

 by: McPriantovski E-mail: [email protected]

Categories: Hotel Training

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

1 Comment

Reply Estri Mahani
8:42 PM on June 11, 2010 
Sebaiknya untuk menghindari "disorientasi dan efek negatif dari training lakukan Training Need Assessment, dan Training Impact evaluation untuk mengukur seberapa besar worthed /tidaknya training kepada Investasi yg sudah di alokasikan. ...